Hei kamu yang selama ini menjadi inti bumiku :) Akhir-akhir
ini, entahlah aku merasa jauh darimu. Jarak antara kita bukan berkilomenter
bukan bermil-mil. Jarak ini, tentang perasaan. Aku ke kamu dan kamu? Padanya
:). Perasaan ini tidak bisa kuuraikan menjadi kata-kata. Sakit? Marah? Kecewa?
Haha.. Tidak! Kata itu terlalu sangat sederhana. Aku benci menjadi orang yang
hanya bisa membuatmu bahagia ‘melalui’ dia. Dia = kebehagiaanmu. Kamu =
Kebahagianku. Mungkin ini egois mengingat dia tidak ‘terlalu untung’ menjadi
orang yang kau sukai. Dia juga memiliki hati yang lain, kepada orang yang lain.
Aku tak ingin melihat kau berakhir sepertiku, jadi? Salahkah jika aku lebih
mementingkan perasaanmu diatas segalanya? Mereka untuk berkali-kali mengatakan
bahwa aku bodoh. Mengatakan bahwa kau hanya menyakiti hatiku sendiri. Cinta
yang besar tidak dilihat dari seberapa lama ia menunggu. Tapi, sebesarapa besar
ia berkorban :) Tak bisa kukatan bahwa perasaan ini CINTA. Aku belum pernah
merasakannya. Hanya mendapat deksripsinya dari novel-novel yang kubaca.
Perasaan disaat jantungmu bertek sangat kencang saat ia lewat, Perasaan tak
berdaya melihatnya dengan yang lain. Aku belum merasakannya padamu. Aku belum
pernah jatuh cinta. Hanya cinta kepada Orang tuaku, saudara-saudaraku,
sahabat-sahabatku, dan teman-temanku. Aku belum pernha merasakan yang
orang-orang rasakan. Aku menangis tersedu karenamu. Apakah itu sudah cukup
untuk dibilang CINTA? Aku pernah menangis karena banyak orang. Aku sering
menangis apapun alasannya. Menangis adalah pelarian terakhirku. Lalu? Beritahu
aku bahwa ini CINTA. Beritahu aku bahwa ini benar-benar cinta. Aku terlalu
jatuh kepadamu. Inikah cinta? Ini tidak seseru yang dideksripsikan oleh
novel-novel atau cerpen-cerpen. Ini sedikit berbeda -__- aku tidak merasakan
getarannya sama sekali. Apakah ini hanya diCINTA dibibir saja? Kuharap itulah
jawabannya. Aku tak pernah benar-benar menyukaimu, bahkan aku tak pernah
benar-benar merasakan jatuh CINTA :3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar