Kamis, 14 November 2013

friendzone~

Aku masih belum bisa mengartikan tentang perasaan aneh ini..
Aku tetap tidak mengerti
Setiap detakan jantungku
Terasa begitu sangat cepat ketika kau berada disekelilingku..
Aku masih belum bisa menjelaskan
Mengapa seuntai senyummu
Terasa begitu menyejukkan disetiap mimpiku?
Mereka bilang ini ‘’Cinta”
Aku tak peduli
Cinta yang akan membuat kita tak terpisahkan
Takkan kubiarkan cinta menjauhkan kita..
Aku tau
Tak seharusnya ku biarkan perasaan ini tumbuh dan membesar diantarkita
Tak seharusnya perasaan ini selalu kupupuk dengan harapan-harapan
Hingga Ia tumbuh melampui batas.Terlalu besar.
Hingga tak mungkin bisa kupangkas
Aku tak bisa...
Hanya menjadi sekedar teman bagimu
Jujur, Aku selalu ingin lebih dari sekedar teman dimatamu.
Meski aku tak yakin akan hal itu
Kucoba tersenyum saat mendengar kau bercerita tentang ‘dia’
Mataku tetap terlihat tulus mendengar
Tersenyum saat kau tertawa
Meski kutau cintaku-padamu-tak mungkin terbalas
Kita berteman
Haruskah kurusak semua yang kita bangun hanya karena ego?
Ego untuk memilikimu
Ego untuk menjadi orang yang selalu kau fikirkan
Tanpa ada dia disela-selanya
Sudah selama ini kita bersama
Meski jarak semu diantara kita tak terhitung jauhnya
Tak terkira jaraknya
Tak terlihat wujudnya..
“Aku Sayang Kamu”
Andai aku bisa mengatakan hal itu dihadapanmu
Dengan kau yang membalas dengan anggukan
Aku..
Hanya bisa mengagumi kesempurnaanmu dari jauh
Menatap keindahanmu dalam diam
Kau..
Tetap menjadi teman yang selalu ada disetiap ceritaku
Tetap menjadi seseorang yang hadir dalam setiap mimpi indahku..
Aku tahu
Yang aku lakukan ini sangat salah
Tapi, dalam hal CINTA logika tak bisa berbuat apa-apa
Biarkan aku tetap menunggumu
Menunggu dalam diam
Tanpa membuatmu terusik
Aku akan tetap bertahan seperti ini
Bertahan menahan perasaan ingin menjadi orang yang spesial untukmu
Aku selalu ada untukmu..
Karena kau selalu lebih dari sekedar teman bagiku..

Rabu, 30 Oktober 2013

30 Oktober 2013~



hey reader :D
sebelum kalian membaca ini dan salah paham -_-
Saya tekankan
Jika ada kesamaan nama, tempat dan suasana.
Itu sengaja
terimakasih~






Aku, telah jatuh cinta berkali-kali pada waktu yang lama kepada orang yang sama

Selama apapun itu, perasaanku padanya tetap tak Ia ketahui, atau tak Ia mengerti?. Awal matrikulasi, secara kebetulan aku mengenalnya karena kami segugus. “Pangeran Diponegoro” di sanalah perasaan ini masuk secara diam-diam dan tumbuh tanpa pernah ku sadari. Aku, jatuh cinta kepadanya, entah karena apa. Aku akan diam-diam tersenyum saat Ia tersenyum, mencuri pandang saat ia melintas, berfikir keras untuk sebuah percakapan yang tak pernah bisa terucap. Ia pendiam, sangat pendiam. Pembawaannya yang tenang membuatku seakan berada di “rumah”. Kami nyaris tak pernah saling berbicara. Sudah kukatakan bukan? Ia adalah sosok yang pendiam. Dua kacamata yang selalu Ia kenakan memberi kesan bahwa Ia jenius. Behel yang menghiasi rentetan giginya memperindah senyumnya. Saat itu, Ia bahkan hampir tak pernah tersenyum. Ia bukan orang yang mudah mendapatkan teman baru. Ia hanya sering ‘ikut-ikut’ pada teman kelasnya saja.
Ketika pembagian kelas, harapan itu kembali menyentilku. Berharap agar bisa sekelas dengannya, agar tetap bisa dengan terus-menerus melihatnya selama setahun, 6 hari dalam seminggu. Pasti kelas akan sangat menyenangkan. Walau akhirnya, semua harapan itu pergi dengan wajah lesu. Aku, X B.J. habibie. Kau, X Phytagoras. Kelas kita bertetangga, tapi bukan berarti kita bisa sering bertemu, aku khawatir. Bagaimana jika kau berubah? Atau menjadi sosok yang tak kuinginkan? Bagaimana jika semua itu terjadi, perasaan ini memilih untuk pergi? Hari berganti menjadi hari, minggu, bulan... kufikir rasa ini telah pergi atau bahkan mati. Aku, tak lagi mencari tahu tentang dirimu, tak lagi berharap cemas saat kau tak melintas, aku.. tak lagi sama. Aku berpindah pada hati yang lain. Kepada hati yang telah mengetahuiku, yang membuatku bisa tertawa lebar bersamanya, yang membuatku merasa terlindungi karenanya. Hingga malam promnite tiba Aku dan Dia memutuskan untuk menjadi couple, aku bahagia waktu itu. Tentu saja!. Sekian banyak orang yang mengaguminya, dan hanya aku yang bisa menjadi couplenya dan aku bahagia. Hingga kau lewat melintas dan menoleh ke arah kami... kufikir rasa ini telah pergi atau bahkan mati.. ternyata Ia hanya mengendap dan mulai terlupakan hingga malam itu, kau membuat endapan itiu terbagun dan keluar dari persembunyiannya..

Sekali lagi.. Aku Jatuh Cinta padamu..

Pembagian kelas XI (11) Harapan itu kini mencubitku, membuatku tersadar bahwa aku –masih saja- ingin duduk di bangku yang berada di kelas yang sama dengamu. Kau tahu? Aku bahkan berdo’a pada Tuhan agar kita bisa sekelas, kuharap ia akan meniupkan keajaiban kecil kepada “kita’’ . Harapan itu sekali lagi pergi dengan wajah sedih. Kau XI. Gregor Mendel . Aku, XI. Blaise Pascal. Kelasku yang berada di ujung dan terletak begitu sangat jauh dari kelasmu membuatku kembali berfikir bahwa rasa ini telah pergi atau bahkan mati lagi... saat itu, aku tersesat di hati yang persis dengan hatimu, walau Ia sedikit lebih hangat dari hatimu. Kami, terkadang SMS-an membahas tentang soal-soal BIOLOGI- karena dia sangat ahli dalam bidang itu- yang sulit menurutku. Aku jatuh Cinta pada Dia yang sekelas denganmu, XI. Gregor Mendel.
Bukan jarak yang membuat perasaan ini telah pergi atau bahkan mati..
Hari itu, aku berniat untuk membatu sahabatku yang juga sekelas denganmu, membantunya mengangkat kursi dari kelas lamanya kekelas yang sekarang Ia huni. Aku kembali melihatmu... kufikir rasa ini telah pergi atau bahkan mati lagi.. Tapi, saat aku melihat punggungmu dari belakang. Perasaan itu kembali terpupuk... kufikir rasa ini telah pergi atau bahkan mati.. Tapi, ia malah datang lagi..

Aku untuk kesekian kalinya kembali Jatuh Cinta padamu dalam diam..

Kau kini berada di kelas XI. ADAM SMITH Kau memutuskan untuk pindah program dari exact ke social. Entah apa alasanmu. Kini, kelas kita kembali bertetangga. Ada beberapa kali saat kita melintas bersama di lorong sekolah, tetap tak bertegur sapa. Kita berjalan dikoridor yang sama, meski tidak bersisisan, terkadang aku dibelakangmu memandangmu sambil mengumpulkan keberanian untuk memulai percakapan denganmu, terkadang kau yang di bleakang.. entak sedang berfikiran apa.. saat keberanianku mulai terkumpul, koridor telah mencapai ujung. Kau berbelok kiri –keparkiran- aku berbelok kana ke Asrama.
Saat aku menulis ini

Aku semakin yakin bahwa inilah yang namanya Cinta..


Jumat, 04 Oktober 2013

03 oktober 2013 pkl 11:37 WITA



Hei kamu yang selama ini menjadi inti bumiku :) Akhir-akhir ini, entahlah aku merasa jauh darimu. Jarak antara kita bukan berkilomenter bukan bermil-mil. Jarak ini, tentang perasaan. Aku ke kamu dan kamu? Padanya :). Perasaan ini tidak bisa kuuraikan menjadi kata-kata. Sakit? Marah? Kecewa? Haha.. Tidak! Kata itu terlalu sangat sederhana. Aku benci menjadi orang yang hanya bisa membuatmu bahagia ‘melalui’ dia. Dia = kebehagiaanmu. Kamu = Kebahagianku. Mungkin ini egois mengingat dia tidak ‘terlalu untung’ menjadi orang yang kau sukai. Dia juga memiliki hati yang lain, kepada orang yang lain. Aku tak ingin melihat kau berakhir sepertiku, jadi? Salahkah jika aku lebih mementingkan perasaanmu diatas segalanya? Mereka untuk berkali-kali mengatakan bahwa aku bodoh. Mengatakan bahwa kau hanya menyakiti hatiku sendiri. Cinta yang besar tidak dilihat dari seberapa lama ia menunggu. Tapi, sebesarapa besar ia berkorban :) Tak bisa kukatan bahwa perasaan ini CINTA. Aku belum pernah merasakannya. Hanya mendapat deksripsinya dari novel-novel yang kubaca. Perasaan disaat jantungmu bertek sangat kencang saat ia lewat, Perasaan tak berdaya melihatnya dengan yang lain. Aku belum merasakannya padamu. Aku belum pernah jatuh cinta. Hanya cinta kepada Orang tuaku, saudara-saudaraku, sahabat-sahabatku, dan teman-temanku. Aku belum pernha merasakan yang orang-orang rasakan. Aku menangis tersedu karenamu. Apakah itu sudah cukup untuk dibilang CINTA? Aku pernah menangis karena banyak orang. Aku sering menangis apapun alasannya. Menangis adalah pelarian terakhirku. Lalu? Beritahu aku bahwa ini CINTA. Beritahu aku bahwa ini benar-benar cinta. Aku terlalu jatuh kepadamu. Inikah cinta? Ini tidak seseru yang dideksripsikan oleh novel-novel atau cerpen-cerpen. Ini sedikit berbeda -__- aku tidak merasakan getarannya sama sekali. Apakah ini hanya diCINTA dibibir saja? Kuharap itulah jawabannya. Aku tak pernah benar-benar menyukaimu, bahkan aku tak pernah benar-benar merasakan jatuh CINTA :3

Kamis, 03 Oktober 2013

02 Oktober 2013~



Awalnya sulit kuterima ini,  sudah lebih dari setahun kau mengisi setiap harapan-harapanku, setiap detik dalam hidupku aku habiskan dengan memupuk harapan-harapan ini... kufikir kaulah yang selama ini kucari, yang selama ini harusnya kutemui.. sejak duluuuuuuuuuu sekaliii
Hingga hari itu aku mengetahui kebenarannya. kau menyukai orang lain yang ternyata adalah adik kelasku sendiri :) bagaimana perasaanku? entahlah, merasa bahwa memang seharusnya lebih baik seperti itu.
"terus melangkah melupakanmu lelah hati perhatikan sikapmu. Jalan fikiranmu membuatku ragu~"
Bodoh memang,  ketika orang-orang berkata padaku untuk berhenti dulu, aku malah terus melangkah. Tak peduli dengan apa yang mereka katakan. Tak peduli dengan apa yang merekea utarakan. Aku menolak 'dia' demi 'kamu' . Tidak! Aku menolak 'mereka' demi 'kamu'.
Sekarang aku mencoba berbalik kebelakang, melihat mereka yang dulu pernah menyianyiakan waktu hanya untuk memikirkan orang seperti aku. Mereka masih disana, tersenyum dengan senyuman yang sama meski kini dengan harapan yang mengecil, menciut.
Kasar, Sering berbicara kotor dan lain lain. Aku tak peduli SAMA SEKALI
Banyak yang telah mengatakan padaku tentang segala keburukanmu. Aku hanya mendengarkan sambil tersenyum. Lalu berkata dalam hati "Yang orang ini ceritakan bukan diri(nya)" Aku selalu melakaukan hal yang sama. Tetap terlihat begitu antusias. Seperti biasanya.
Orang-orang mengatakan kepadaku "Ada apa?" Aku suda mencoba terlihat baik-baik saja. Mengapa mereka masih bisa melihat kesedihanku? Aku sudah coba menutupinya dengan senyuman yang sudah sangat terlihat "tidak" dipaksakan.
"Tidak biasanyako begini, kenapako?" sekali ada yang bertanya. Sekali lagi ada yang melihat perubahanku. Sekali lagi ada yang peduli.
"Pernahki cerita 'itu' sama kau tentang saya?" tanyaku pada teman terdekatmu.
"Tidak"
"Ada ada orang dia suka?"
"Ada"
"Siapa?"
"****h"
Haha.. Aku sudah tahu itu sebelum 'dia' meberitahuku. Hanya saja aku mencoba membohongi diriku sendiri. Mencoba berkata pada diriku sendiri bahwa Akulah orang yang kau sukai. Akulah orang yang ingin kau miliki. Tapi, ternyata........ Bukan.